Cerpen-gram : Solusi Untuk Penulis Pemula



Ayeee....

Kenalin nih blog baru aku. Di sini aku akan banyak bercerita tentang buku-buku yang aku baca. Buku-buku selera aku tentu saja. Karena, baca buku yang bukan genre kita sungguh perjuangan yang berat. Beneran. Nggak dibaca sayang udah dibeli. Mau baca kok ya aras-arasan. 

Sebagai postingan pertama, saya mau mengenalkan buku tentang metode menulis cerpen yang lengkap dan sistematis. Buku ini keren menurut saya, karena isinya gamblang banget menjelaskan step by step nulis cerpen yang baik. Mempraktikkan metode dalam buku ini bikin kita merasa kalau nulis cerpen tuh nggak sehoror yang kita pikirkan. 

But, bukan berarti begitu selesai baca buku ini trus ujug-ujug kita jadi mahir bikin cerpen. No. Butuh latihan terus-menerus dan juga kesabaran agar cerpen kita enak dibaca. Buku ini adalah salah satu metode termudah membuat cerpen. 

Namanya Cerpen-gram.





Yuk, kita ulas bareng-bareng. 

Cerpen-gram ini terdiri dari enam langkah. Cerpen-gram 1 sampai Cerpen-gram 6. Langsung saja ya. 

Cerpen-gram 1 

Cerpen-gram 1a : Topik dan Judul Cerpen 
Tentu saja dalam membuat cerpen kita perlu menentukan topik yang ingin kita angkat. Lalu kita akan membuat judulnya. Ada banyak topik yang bisa temukan. Agama, ekonomi, moral, sosial dan sebagainya. Dari topik itu kita bisa mengembangkan jadi berbagai macam judul yang kira-kira sesuai dengan topik kita. Misalnya, topik religius atau agama, kita bisa memberi judul Seputih Surga atau yang lainnya. Dari sini akan bermunculan ide-ide segar yang tidak biasa. Buatlah dua atau tiga topik untuk merangsang ide dan imajinasi kita. 

Cerpen-gram 1b : Nama, Profil, dan Perilaku
Pernah kesulitan mencari nama yang pas untuk cerpen kita. Nah, di tahap ini kita diminta membuat daftar nama, profil atau pekerjaan, juga perilakunya yang menyangkut hobi dan sifat. Kita bisa mengutak-atik nama yang kita inginkan lalu sesuaikan dengan pekerjaannya kemudian tambahkan sifat dan hobinya. Kalau perlu sesuaikan juga dengan asal daerahnya. Sri Ningsih misalnya. Dari namanya kita bisa menerka bahwa ia orang Jawa. Pekerjaannya adalah guru. Sifatnya keibuan. 
Buatlah sebanyak mungkin agar saat kita membutuhkan profil tokoh yang kita perlukan untuk memperkuat cerpen kita, kita tak lagi pusing, atau mendadak merasa mandeg. Tentu saja kita nggak akan banyak membuang waktu untuk memikirkan karakter yang pas lagi. 

Nah, sampai sini kita bisa mencoba membuat beberapa baris kalimat yang mendukung topik, nama, profil, dan sifatnya. Bukan keseluruhan, hanya satu paragraf saja. Silakan coba. Insya Allah jadi lebih mudah. 

Cerpen-gram 2 

Cerpen-gram 2a : Penampilan fisik tokoh
Pada tahap ini, kita diminta untuk menentukan gambaran fisik tokoh kita. Bisa dari rambut, kulit, mata, hidung, dan seterusnya. Dengan menuliskan penampilan fisin tokoh itu akan mempermudah kita mendriskripsikan wajah tokoh kita sehingga pembaca bisa membayangkan tokoh kita itu. 

Cerpen-gram 2b : Aksesori
Aksesori di sini maksudnya, hal-hal yang berkaitan dengan tokoh kita. Misalnya model pakaian kesukaannya, menu makanan dan minuman favoritnya, atau perhiasan yang dia sukai. Contohnya tokoh kita itu suka memakai rok panjang, suka nasi padang, dan dia selalu mengikat rambut panjangnya dengan model ekor kuda. Dia tak suka pakai perhiasan mencolok, hanya cincin nikah yang tersemat di jari manisnya. 

Menyenangkan bukan?

Cerpen-gram 3 

Cerpen-gram 3a : Pembuka, Narasi, dan Penutup
Pada tahap ini kita diminta untuk banyak membaca cerpen atau karya sastra lain lalu menulis ulang bagaimana pengarang memulai ceritanya, mendeskripsikan, lalu mengakhiri ceritanya. Tulis dalam diagram yang kita buat sendiri. Kemudian tulis ulang dengan bahasa kita sendiri. Bukan menjiplak loh ya. Karena di sini kita belajar bagaimana membuat kalimat pembuka, menarasikan, lalu membuat kalimat penutup yang enak dibaca. Sesuaikan dengan hasil belajar Cerpen-gram 1 dan 2. Dengan banyak karya sastra yang kita baca akan membuat pemahaman kita bertambah, perbendaharaan kata kita juga nggak itu-itu saja. 

Cerpen-gram 3b : Perkenalan, Konflik, Klimaks, Antiklimaks, Penyelesaian
Ringkasnya kita membuat gambaran alur cerpen. Buat dalam bentuk diagram. 

Cerpen-gram 3c : Deskripsi suasana khusus
Suasana khusus itu misalnya saat sang tokoh ulang tahun, kematian, atau anaknya wisuda. Cobalah membuat minimal lima kalimat yang menggambarkan salah satu suasana khusus yang dialami tokoh kita. 

Cerpen-gram 4 : Dialog, Monolog, dan Deskripsi
Dalam sebuah cerpen, percakapan sangat penting untuk menggambarkan sebuah kondisi. Percakapan juga membuat cerpen kita terasa hidup. Percakapan bisa berupa dialog (antara dua orang) atau monolog (tokoh bicara pada diri sendiri). Bukan cuma itu kita juga perlu sedikit deskripsi agar percakapan tak jadi monoton. 

Cerpen-gram 5 : Beranda Foto dan Gambar 
Kumpulkan foto atau gambar-gambar yang bertebaran di internet. Pilih salah satu foto atau gambar yang menurut kita menarik. Imajinasikan dalam bentuk suasana, waktu dan tempat. 
Aku pernah ikut kelas menulis dan guru nulisku memberi kami banyak gambar yang nggak berhubungan sama sekali. Kami diminta membuat cerita berdasarkan gambar-gambar itu. Boleh tersirat atau tersurat. Susah sekaligus menyenangkan. Imajinasi kita akan berkembang. Tak jarang kita akhirnya meriset cerpen kita agar tak sekedar khayalan belaka. 

Cerpen-gram 6 : Inspirasi Cerita dari Lirik Lagu
Ini juga pernah aku lakukan. Membuat cerpen dewasa yang terinspirasi dari lirik lagu. Kita tahu sendiri lagu yang sering kita dengar memiliki macam-macam tema. Ada percintaan, putus, susahnya move on, dan lain-lain. Bukan cuma cerita, lirik lagu juga bisa merupakan ide baru. 

Bagaimana, nggak sulit kan? kalau masih bingung dengan penjelasan singkatku di atas, bisa langsung cuss cari bukunya di toko buku. Di gramedia.com pasti ada. Atau hubungi langsung penulisnya Pak Peng Kheng Sun. 

Oh, ya, di akhir buku ini, Pak Peng menyarankan kita untuk membuat Reading Record (RR). Semacam daftar buku-buku apa saja yang sudah kita baca bulan ini. Tulis juga nama penerbitnya, penulisnya, tebal bukunya, tak lupa harganya. Agar minat baca kita bertambah dan tentu saja memberi kita inspirasi untu menambah daftar topik dan judul kita. 

   
 Yuk, kita mulai nulis. 

  




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

I am Me Series #1 I'm A Little Lady (Aku Dapet) Si Kecil Udah Baligh, Nih!

I Am Me Series #2 : I'm Growing Up (Aku Berkembang)

Princess Academy : Sahabat Sejati